Perkuat Sinergi Layanan Bedah Modern, RS Nur Hidayah Gelar Seminar dan Syawalan Bersama Jejaring PPK 1
BANTUL — Dalam upaya memperkuat jejaring kemitraan dan memastikan kesinambungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, RS Nur Hidayah sukses menggelar acara Gathering, Seminar, sekaligus Syawalan bersama mitra Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (PPK 1) pada Sabtu (11/4/2026).
Mengusung tema "Sinergi Optimalisasi Layanan Bedah Modern", kegiatan ini berlangsung penuh keakraban mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB bertempat di Aula Grha Nur Hidayah.
Acara ini mendapat antusiasme yang tinggi dari fasilitas kesehatan di wilayah sekitarnya. Tercatat sebanyak 60 peserta turut hadir memeriahkan acara. Para peserta tersebut terdiri dari pimpinan faskes PPK 1, perwakilan Puskesmas, Klinik Pratama, Praktik Dokter Mandiri, hingga Praktik Bidan Mandiri.
Selain menjadi wadah silaturahmi dalam suasana bulan Syawal, momen ini dimanfaatkan untuk merefresh keilmuan terkait laparoskopi dan bedah modern. Dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas dan koordinasi medis antarfaskes melalui sesi seminar kesehatan.
Dalam sambutannya, dr. Estianna Khoirunnisa, MPH. FISQua selaku Direktur RS Nur Hidayah menyampaikan, “Momen bulan Syawal ini marilah kita jadikan sebagai momentum untuk saling memaafkan. Kemudian kita perkuat silaturahim dan komunikasi untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.”
Guna menjawab tantangan layanan kesehatan masa kini, seminar ini menghadirkan pakar bedah terkemuka, Dr. dr. Sagiran, Sp.B. (K) KL., M.Kes., FICS. Dalam sesi pemaparannya yang berjudul “Laparoscopy dan Bedah Modern untuk Peningkatan Kualitas Layanan Bedah”, Dr. Sagiran menyoroti pentingnya adopsi teknologi medis terkini, khususnya teknik laparoskopi (bedah invasif minimal). Beliau memaparkan bagaimana pendekatan bedah modern ini mampu memberikan tindakan yang lebih aman, meminimalisir rasa sakit, serta mempercepat masa pemulihan pasien.
Selain peningkatan dari sisi klinis, aspek manajerial rujukan juga menjadi sorotan utama dalam pertemuan ini. Narasumber kedua, Aris Wintolo, AMd. Kes., membawakan materi bertajuk “Harmonisasi Sistem Rujukan untuk Pelayanan Bedah Lebih Optimal”. Dalam sesinya, ia menekankan pentingnya komunikasi yang cair dan alur birokrasi yang mulus antara PPK 1 dan rumah sakit sebagai rujukan tingkat lanjutan. Sistem rujukan yang harmonis dinilai sangat krusial agar penanganan pasien—terutama kasus yang membutuhkan tindakan bedah—dapat dilakukan secara cepat, efisien, dan tepat sasaran.
Penyelenggaraan acara ini diharapkan dapat membuat komunikasi antara RS Nur Hidayah dan para mitra PPK 1 semakin solid dan harmonis. Melalui silaturahmi dan sinergi keilmuan ini, jejaring kesehatan di tingkat pertama dan lanjutan akan mampu memberikan kualitas layanan bedah yang terintegrasi, profesional, dan berkesinambungan bagi masyarakat luas.

